Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Pengertian Berguru Dan Pembelajaran Berdasarkan Ahli/Pakar

Pengertian mencar ilmu dan pembelajaran berdasarkan ahli/pakar yaitu pokok pembahasan materi Psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Teori Konsep Belajar Dan Pembelajaran berdasarkan hebat didalam mencar ilmu pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Definisi / pengertian belajar.
2. Definisi / pengertian pembelajaran.

Definisi belajar

Berikut ini yaitu arti belajar yang dikemukakan oleh para ahli, yang sanggup dijelaskan sebagai berikut :
Pengertian mencar ilmu dan pembelajaran berdasarkan hebat Pengertian Belajar Dan Pembelajaran Menurut Ahli/Pakar
Baca juga : Pengertian Tujuan Belajar Menurut Pakar / Ahli
Menurut Dimyati dan Mudjiono (Sagala, 2012: 13) yang mendefinisikan bahwa siswa yaitu penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

Kemudian berdasarkan James L. Mursell (Sagala , 2012: 13) yang menyatakan bahwa mencar ilmu yaitu upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri, menjelajahi, menelusuri dan memperoleh sendiri.

Adapun berdasarkan Vygotsky (1978: 134) mengartikan bahwa mencar ilmu yaitu suatu aktivitas konstruktivisme dimana siswa merupakan subjek mencar ilmu aktif yang membuat struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Dalam pembelajaran konstruktivis, kreativitas dan keaktifan siswa akan membantu dalam membentuk struktur kognitifnya.

Atas dasar-dasar teori mencar ilmu berdasarkan hebat diatas, maka sanggup disimpulkan bahwa pengertian mencar ilmu yaitu suatu aktivitas yang dilakukan secara pribadi dan sanggup bangun diatas kaki sendiri dengan mengalami, menjelajahi, menelusuri serta memperoleh dengan diri sendiri dengan membuat struktur-struktur kognitif dari pengalaman-pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. (pengertian mencar ilmu dan pembelajaran berdasarkan ahli/pakar).

Definisi pembelajaran

Dibawah ini yaitu arti pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli, yang sanggup dijelaskan sebagai berikut :

Menurut Munandar (dalam Suyono dan Hariyanto, 2011:207) yang menyatakan bahwa pembelajaran dikondisikan semoga bisa mendorong kreativitas anak secara keseluruhan, membuat akseptor didik aktif, mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan berlangsung dalam kondisi menyenangkan.

Kondisi lingkungan sekitar dari siswa sangat kuat terhadap kreativitas yang akan diciptakan oleh siswa. Disaat ketika siswa merasa nyaman, maka tujuan pembelajaran akan lebih gampang untuk dicapai.

Adapula pernyataan oleh Winataputra (2007: 1) yang menyatakan bahwa arti pembelajaran yaitu aktivitas yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas mencar ilmu pada diri akseptor didik.
Baca juga : Pengertian Pendekatan Pembelajaran Menurut Para Ahli / Pakar
Berdasarkan hal tersebut, maka pembelajaran yaitu upaya sistematis dan sistemik untuk menginisiasi, memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar, oleh sebab aktivitas pembelajaran sangat berkaitan erat dengan jenis hakikat serta jenis mencar ilmu dan prestasi mencar ilmu tersebut.

Adapun berdasarkan pendapat Aqib (2013: 66) menyatakan bahwa proses pembelajaran yaitu upaya secara sistematis yang dilakukan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Atas dasar-dasar teori pembelajaran berdasarkan hebat diatas, maka sanggup disimpulkan bahwa pembelajaran yaitu suatu proses interaksi antara siswa dengan guru dan juga beserta seluruh sumber mencar ilmu yang lainnya yang menjadi sarana mencar ilmu guna mencapai tujuan yang diinginkan dalam rangka untuk perubahan akan perilaku serta rujukan pikir siswa.

Demikian pembahasan mengenai pengertian mencar ilmu dan pembelajaran berdasarkan ahli/pakar.

Daftar pustaka

Aqib, Zainal. 2013. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung : Yrama Widya.
Sagala, Syaiful. 2012. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Surabaya : Rosda.
Udin S. Winataputra. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.
Vygotsky, L.S. 1978. Mind in society : the development of higher psychological Processes. Cambridge, MA : Havard University Press.

Sabtu, 16 Januari 2016

Definisi Model Dan Pendekatan Pembelajaran Berdasarkan Para Ahli/Pakar

Definisi model dan pendekatan pembelajaran berdasarkan para jago atau pakar yakni pokok pembahasan bahan pelajaran psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Pengertian Model Pembelajaran Dan Pendekatan Pembelajaran berdasarkan para jago didalam mencar ilmu pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Teori konsep model pembelajaran.
2. Teori konsep pendekatan pembelajaran.

Teori konsep model pembelajaran

Pengertian model pembelajaran berdasarkan Jihad dan Haris (2010:25) yang menyatakan bahwa model pembelajaran sanggup diartikan sebagai suatu planning atau contoh yang dipakai dalam menyusun kurikulum, mengatur bahan siswa, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dan dalam planning pengajaran.
Definisi model dan pendekatan pembelajaran berdasarkan para jago atau pakar Definisi Model Dan Pendekatan Pembelajaran Menurut Para Ahli/Pakar
Baca juga : Pengertian Belajar Dan Pembelajaran Menurut Ahli/Pakar
Selanjutnya definisi model pembelajaran berdasarkan Trianto (2007:1) yang mengartikan bahwa model pembelajaran yakni suatu perencanaan atau contoh yang dipakai sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.

Sedangkan arti model pembelajaran berdasarkan Agus (2009: 46) menyatakan bahwa model pembelajaran yakni landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori mencar ilmu yang dirancang berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional kelas.

Kemudian model pembelajaran berdasarkan pandangan Arends dalam Agus (2009: 46) yang menyampaikan bahwa model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya :

1. Tujuan-tujuan pembelajaran.
2. Tahap-tahap dalam acara pembelajaran.
3. Lingkungan pembelajaran serta.
4. Pengelolaan kelas.

Berdasarkan pengertian, teori konsep / definisi beberapa para ahli diatas mengenai model pembelajaran, maka sanggup disimpulkan bahwa arti model pembelajaran adalah suatu contoh perencanaan yang dipakai dan berfungsi sebagai pedoman susunan planning proses pembelajaran (belajar-mengajar) yang akan dilaksanakan.
Baca juga : Tujuan Belajar Menurut Para Ahli

Teori konsep pendekatan pembelajaran

Pengertian pendekatan pembelajaran berdasarkan Syaiful (2003:62) yang menyatakan bahwa pendekatan yakni suatu pandangan guru terhadap siswa dalam menilai, memilih sikap dan perbuatan yang dihadapi dengan impian sanggup memecahkan duduk kasus dalam mengelola kelas yang nyaman dan menyenangkan dalam proses pembelajaran.

Dalam proses mencar ilmu mengajar, peranan seorang guru sangat penting dalam memilih arah tujuan dari kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dijalankan.

Selanjutnya definisi pendekatan pembelajaran berdasarkan Wahjoedi (1999: 121) menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran yakni cara mengelola acara mencar ilmu dan sikap siswa biar ia sanggup aktif melaksanakan kiprah mencar ilmu sehingga sanggup memperoleh prestasi mencar ilmu secara optimal.

Sedangkan arti pendekatan pembelajaran berdasarkan Sagala (2005: 68) menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran yakni jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu.

Didalam setiap satuan pendidikan pastinya memiliki arah dan tujuan untuk dicapai dan diraih. Oleh alasannya itu, tujuan-tujuan tersebut juga sesuai berdasarkan instruksi atau instruksi yang telah diberikan oleh pemerintah.

Berdasarkan pengertian, teori konsep / definisi beberapa para ahli diatas mengenai pendekatan pembelajaran, maka sanggup disimpulkan bahwa arti pendekatan pembelajaran adalah suatu hal yang harus atau wajib dilakukan atau dijalankan oleh guru yang ditujukan kepada siswa biar sanggup menumbuhkan suasana belajar yang menarik perhatian siswa dan menyenangkan guna tercapainya proses acara pembelajaran yang telah diinginkan dan direncanakan oleh guru. Demikian pembahasan mengenai definisi model dan pendekatan pembelajaran berdasarkan para jago atau pakar.


Daftar pustaka

Agus, Suprijono. 2009. Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Jihad, Asep dan Abdul Haris. 2010. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
Sagala, Syaiful. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta.
Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Wahjoedi. 1999. Jurnal Iptek Olahraga. Jurnal. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK (PPPITOR).

Jumat, 15 Januari 2016

Definisi, Ciri, Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif

Definisi model pembelajaran kooperatif, ciri-ciri model pembelajaran kooperatif dan manfaat model pembelajaran kooperatif yakni tiga pokok pembahasan bahan pelajaran psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Model Pembelajaran Kooperatif berdasarkan para jago didalam mencar ilmu pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian model pembelajaran kooperatif.
2. Teori konsep model pembelajaran kooperatif.
3. Pengertian tujuan belajar.
4. Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif.
5. Manfaat model pembelajaran kooperatif.

Pengertian model pembelajaran kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu metode atau model pembelajaran yang bisa dipakai oleh guru. Dengan kata lain bahwa pembelajaran kooperatif yaitu suatu proses pengajaran yang mana para siswa diajarkan (kondisikan) untuk sanggup bekerja kedalam kelompok-kelompok yang kecil dan kelompok tersebut bersifat heterogen serta dengan saling sebenarnya antara siswa yang satu dengan siswa yang lain dalam mempelajari materi-materi pelajaran yang diberikan.
ciri  model pembelajaran kooperatif dan manfaat model pembelajaran kooperatif Definisi, Ciri, Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif
Baca juga : Pengertian Belajar Dan Pembelajaran Menurut Ahli/Pakar
Adapun struktur kelompok yang terdapat pada metode pembelajaran kooperatif yakni heterogen. Kemudian pada kelompok heterogen tersebut bisa terdiri berdasarkan dari :

1. Campuran latar belakang kemampuan akademik.
2. Jenis kelamin.
3. Suku.
4. Ras.

Hal tersebut berkhasiat semoga siswa bisa mendapatkan perbedaan dan juga bisa bekerja sama pada sahabat yang berbeda latar belakang. Oleh alasannya yakni itu, metode atau model pembelajaran kooperatif mempunyai aneka macam kegunaan, baik itu manfaat untuk guru maupun manfaat untuk siswa.

Teori konsep model pembelajaran kooperatif

Berikut ini yakni teori konsep model pembelajaran kooperatif berdasarkan beberapa para ahli yang sanggup diuraikan dan dijelaskan sebagai berikut :

Pengertian model pembelajaran kooperatif berdasarkan Hamdani (2011:30) yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif yakni rangkaian acara mencar ilmu siswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan.

Kemudian definisi model pembelajaran kooperatif berdasarkan Nurhadi (2004:112) menyampaikan bahwa pembelajaran kooperatif yakni pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi mencar ilmu guna mencapai tujuan belajar.
Baca juga : Definisi Model Dan Pendekatan Pembelajaran Menurut Para Ahli/Pakar

Pengertian tujuan belajar

Tujuan mencar ilmu adalah suatu keadaan dimana keadaan tersebut menjadi sesuatu yang ingin diraih atau dicapai oleh satuan pendidikan. Sehingga sanggup disimpulkan bahwa tujuan mencar ilmu merupakan arah yang dituju atau arah yang di inginkan oleh satuan pendidikan. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai tujuan dari belajar, sanggup kalian baca di bawah ini
Baca ini : Pengertian Tujuan Belajar Menurut Para Ahli

Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif

Berikut ini yakni #5 ciri-ciri pembelajaran kooperatif berdasarkan Isjoni (2009:62) yang sanggup dijelaskan dan diuraikan sebagai berikut :

1. Setiap anggota mempunyai peran.
2. Terjadi kekerabatan interaksi eksklusif diantara siswa.
3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas cara belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya.
4. Guru membantu membuatkan keterampilan-keterampilan personal kelompok.
5. Guru hanya berinteraksi dengan kelompok ketika diperlukan.

Manfaat model pembelajaran kooperatif

Dibawah ini yakni #4 manfaat dari penerapan pembelajaran kooperatif berdasarkan hasil penelitian Morgan, dkk (2005) yang sanggup dijelaskan dan diuraikan sebagai berikut:

1. Siswa menjadi ikut aktif dalam penyelesaian problem matematika.
2. Siswa lebih termotivasi untuk berhubungan dalam kelompok daripada bersaing secara individu.
3. Siswa lebih mengutamakan rasa ingin tahu proses mencari tanggapan yang benar daripada sekedar eksklusif menerima tanggapan yang benar.
4. Guru lebih menghargai kemampuan setiap siswa dengan melibatkan setiap siswa ke dalam diskusi kelompok.

Berdasarkan pengertian, teori konsep, definisi, tujuan, ciri-ciri dan manfaat model pembelajaran kooperatif oleh para jago diatas, maka sanggup disimpulkan bahwa arti model pembelajaran kooperatif adalah suatu metode, model atau bentuk pembelajaran yang memfokuskan kepada proses atau acara saling bekerja sama dalam melaksanakan acara belajar dengan kelompok-kelompok kecil yang sifatnya heterogen semoga bisa mendapatkan kondisi mencar ilmu yang maksimal guna meraih tujuan mencar ilmu tersebut.

Demikian pembahasan mengenai definisi model pembelajaran kooperatif, ciri-ciri model pembelajaran kooperatif dan manfaat model pembelajaran kooperatif.

Daftar pustaka

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.
Isjoni. 2009. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta.
Nurhadi. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan penerapannya dalam KBK. Malang: UM Press.
Morgan, Dkk. 2005.

Kamis, 14 Januari 2016

Pembelajaran Pendekatan Saintifik Menurut Permendikbud

Metode pembelajaran pendekatan saintifik menurut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan yaitu pembahasan utama bahan pelajaran psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Pendekatan Saintifik didalam berguru pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian pendekatan saintifik.
2. #7 kriteria pendekatan saintifik.
3. #5 pengalaman berguru memakai pendekatan saintifik.

Pengertian pendekatan saintifik

Pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang terdapat pada kurikulum 2013 yang menekankan atau berfokus pada dimensi pedagogik modern pada metodenya pembelajaranya.
Metode pembelajaran pendekatan saintifik menurut peraturan mentri pendidikan dan kebud Pembelajaran Pendekatan Saintifik Berdasarkan Permendikbud

Adapun proses kegiatan pembelajaran menurut metode pendekatan saintifik akan menyentuh pada tiga ranah, yaitu antara lain menyerupai berikut :

1. Sikap.
2. Pengetahuan.
3. Keterampilan.

Sehingga dengan demikian, proses pembelajaran dengan model tersebut dibutuhkan bisa membuat prestasi berguru dan melahirkan bibit penerima didik yang bersifat kreatif, inovatif, produktif serta afektif dengan melewati penguatan sikap, penguatan keterampilan dan penguatan pengetahuan yang terintegrasi.
Baca juga : Pengertian Belajar Dan Pembelajaran

#7 kriteria pendekatan saintifik

Dibawah ini yaitu terdapat tujuh kriteria yang ada didalam pendekatan saintifik menurut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) tahun 2013, yakni yang berbunyi antara lain sebagai berikut :

1. Substansi atau bahan pelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang sanggup dijelaskan dengan logika atau pikiran sehat tertentu, bukan sebatas kira- kira, khayalan, legenda atau dongeng semata.
2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi antara guru dengan siswa terbebas dari pemikiran subjektif atau pikiran sehat yang menyimpang dari alur berpikir logis.

3. Mendorong dan menginspirasi siswa untuk berpikir secara kritis, analitis dan sempurna dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan duduk perkara dan mengaplikasikan substansi atau bahan pelajaran.
4. Mendorong dan menginspirasi penerima didik bisa berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan dan tautan satu dengan yang lain dari substansi atau bahan pembelajaran.

5. Mendorong dan menginspirasi penerima didik untuk bisa memahami, menerapkan dan menyebarkan referensi berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau bahan pembelajaran.
6. Berbasis pada konsep, teori dan fakta empiris yang sanggup dipertanggung- jawabkan.

7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana, jelas, dan menarik sistem penyajiannya.
Baca ini : Pengertian Tujuan Pembelajaran Menurut Ahli

#5 pengalaman berguru memakai pendekatan saintifik

Pada lampiran yang tertera pada peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan No. 81A tahun 2013 wacana Implementasi Kurikulum 2013, proses pembelajaran yang memakai model atau metode pendekatan saintifik, terdiri dari lima pengalaman berguru pokok yaitu yang berbunyi antara lain sebagai berikut :

1. Mengamati tahap
Mengamati lebih mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Tahap mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu siswa. Sehingga proses pembelajaran mempunyai kebermaknaan yang tinggi.

Proses kegiatan mengamati dalam pembelajaran diawali oleh guru dengan membuka secara luas dan bervariasi kepada siswa untuk melaksanakan pengamatan melalui kegiatan menyerupai :

a. Melihat.
b. Menyimak.
c. Mendengar.
d. Membaca.

2. Menanya
Kegiatan menanya dalam kegiatan pembelajaran yaitu mengajukan pertanyaan wacana info yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapat info perhiasan wacana apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual hingga ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).

Adapun kompetensi yang dibutuhkan dalam kegiatan ini yaitu menyebarkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Dalam kegiatan mengamati, guru membuka kesempatan secara luas kepada siswa untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau didengar.

3. Mengumpulkan informasi
Kegiatan mengumpulkan info merupakan tindak lanjut dari kegiatan menanya. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan info dari banyak sekali sumber melalui banyak sekali cara. Untuk itu siswa sanggup membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti, atau bahkan melaksanakan eksperimen.

Dari kegiatan tersebut terkumpul sejumlah informasi. Aktivitas mengumpulkan info dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek atau kejadian, kegiatan wawancara dengan nara sumber dan lain sebagainya.

4. Mengasosiasi (menalar)
Kegiatan mengasosiasi, mengolah info dan atau menalar dalam kegiatan pembelajaran yaitu memproses info yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/ eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

Pengolahan info yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman hingga kepada pengolahan info yang bersifat mencari solusi dari banyak sekali sumber yang mempunyai pendapat yang berbeda hingga kepada yang bertentangan.

Kegiatan ini dilakukan guna menemukan keterkaitan (relevansi) satu info dengan informasi-informasi yang lainya, menemukan referensi dari keterkaitan info tersebut.

5. Mengkomunikasikan
Pada pendekatan saintifik, guru dibutuhkan sanggup memberi kesempatan kepada penerima didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini sanggup dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.

Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai prestasi berguru penerima didik atau kelompok penerima didik tersebut. Kegiatan mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran yaitu memberikan hasil pengamatan, kesimpulan menurut hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.

Demikian pembahasan mengenai metode pembelajaran pendekatan saintifik menurut permendikbud.

Referensi
Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan No. 81A tahun 2013 wacana Implementasi Kurikulum 2013.

Rabu, 13 Januari 2016

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tsts (Two Stay Two Stray)

Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray atau yang disingkat dengan TSTS yakni pokok pembahasan bahan pelajaran Psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray didalam berguru pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS).
2. Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif two stay two stray (TSTS).
3. Kelebihan model pembelajaran kooperatif two stay two stray (TSTS).
4. Kekurangan model pembelajaran kooperatif two stay two stray (TSTS).

Pembelajaran kooperatif merupakan bukan menjadi suatu gagasan yang gres yang ada pada dunia pendidikan, akan tetapi pada ketika sebelumnya, metode ini dipakai hanya pada beberapa guru saja guna tujuan yang telah di tentukan, yakni contohnya kiprah dan atau laporan kelompok tertentu.
Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS (Two Stay Two Stray)
Baca juga : Definisi, Ciri, Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif

Pengertian pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray

Pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) berdasarkan Lie (2007:60) yang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) atau dalam bahasa indonesia dua tinggal dua tamu yakni suatu jenis model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan gosip dengan kelompok yang lainnya.

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif two stay two stray (TSTS)

Dibawah ini yakni #5 langkah-langkah model pembelajaran two stay two stray berdasarkan Lie (2007: 60-61) yang sanggup diuraikan antara lain sebagai berikut :
1. Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat menyerupai biasa.
2. Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok yang lain.
3. Dua siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan gosip mereka ke tamu mereka.
4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
5. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.

Kelebihan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS)

Adapun kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yakni antara lain sebagai berikut :
1. Dapat diaplikasikan pada seluruh kelas atau tingkatan.
2. Belajar siswa cenderung lebih menjadi bermakna.
3. Keaktifan merupakan orientasi utama.
4. Diharapkan agara siswa lebih berani mengutarakan pendapatnya.
5. Menambah kekompakan, kerjasama, serta rasa percaya diri siswa.
6. Kemampuan siswa dalam berbicara sanggup ditingkatkan.
7. Membantu akan minat dan prestasi berguru siswa menjadi meningkat.

Kekurangan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS)

Adapun kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yakni antara lain sebagai berikut :
1. Waktu yang diharapkan lebih lama.
2. Siswa lebih cenderung tidak menginginkan model belajar berkelompok.
3. Membutuhkan persiapan materi, dana dan tenaga yang banyak bagi guru.
4. Guru lebih cenderung akan merasa sulit dalam pengelolaan kelas.

Demikian pembahasan mengenai model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS).

Daftar pustaka

Anita, Lie. 2007. Kooperatif Learning : Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Selasa, 12 Januari 2016

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tps (Think Pair Share)

Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share atau yang disingkat dengan TPS yakni pokok pembahasan bahan pelajaran Psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share didalam berguru pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS).
2. #3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS).
3. #7 langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS).
4. #5 kelebihan model pembelajaran think pair share (TPS).
5. #4 kelebihan model pembelajaran think pair share (TPS).

Model pembelajaran kooperatif dengan tipe think pair share dikembangkan oleh Frank Lyman dkk yang berasal dari Universitas Maryland sempurna pada tahun 1985. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yaitu metode pembelajaran yang tergolong kedalam salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang sederhana.

Pengertian model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS)

Model pembelajaran think pair share yakni salah satu model (tipe) pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk memperlihatkan partisipasi kepada orang lain. Model pembelajaran koperatif tipe think pair share (TPS) ini memberi kesempatan sedikitnya delapan kali lebih banyak kepada siswa untuk dikenali dan memperlihatkan partisipasi mereka kepada orang lain. Keunggulan teknik ini yakni optimalisasi partisipasi siswa (Lie: 2004).
Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share)
Sehingga sanggup disimpulkan bahwa definisi teknik pembelajaran kooperatif model think pair share (TPS) adalah suatu tipe pembelajaran yang menawarkan kesempatan kepada siswa semoga sanggup bekerja dengan sendirinya (secara individu) serta sanggup juga siswa bekerja sama dengan yang lainnya (siswa lainnya).
Baca juga : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS (Two Stay Two Stray)
Adapun definisi pembelajaran kooperatif tipe think pair share berdasarkan Arends (dalam Komalasari, 2010: 84) yang menyatakan bahwa, model pembelajaran think pair share yakni suatu cara yang efektif untuk menciptakan variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan perkiraan bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan dan mekanisme yang dipakai dalam think pair share sanggup memberi murid lebih banyak waktu untuk berfikir, untuk merespon dan saling membantu.

#3 tahapan dalam pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS)

Dibawah ini yakni tahapan-tahapan didalam model pembelajaran kooperatif tipe think pair share berdasarkan Ibrahim (2000:40), yaitu antara lain sebagai berikut :

Tahap 1 : Berpikir (Thinking)
Guru mengajukan pertanyaan yang bekerjasama dengan pelajaran, lalu meminta kepada siswa untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara berdikari untuk beberapa saat.

Tahap 2 : Berpasangan (Pairing)
Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang teah dipikirkannya pada tahap berpikir. Pada tahap ini setiap anggota pada kelompok membandingkan tanggapan atau hasil pemikiran mereka dengan mendefinisikan tanggapan yang dianggap paling benar atau paling meyakinkan.

Tahap 3 : Berbagi (Sharing)
Guru meminta kepada pasangan untuk menyebarkan dengan seluruh kelas wacana apa yang telah mereka bicarakan. Keterampilan menyebarkan dalam seluruh kelas sanggup dilakukan dengan menunjuk pasangan yang secara sukarela bersedia melaporkan hasil kerja kelompoknya atau bergiliran pasangan.

#7 langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS)

Adapun dibawah ini yakni langkah-langkah didalam model pembelajaran think pair share berdasarkan Zainal (2013:24) yakni antara lain sebagai berikut :

1. Guru memberikan inti bahan dan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Siswa diminta untuk berpikir wacana bahan atau permasalahan yang disampaikan guru.
3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.
4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
5. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah bahan yang belum diungkapkan para siswa.
6. Guru memberi kesimpulan.
7. Penutup.

#5 kelebihan model pembelajaran think pair share (TPS)

Menurut Fadholi (2009:1) yang menyatakan bahwa terdapat #5 kelebihan model pembelajaran think pair share yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Memberi murid waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain.
2. Lebih gampang dan cepat membentuk kelompoknya.
3. Murid lebih aktif dalam pembelajaran alasannya yakni menuntaskan tugasnya dalam kelompok, dimana tiap kelompok hanya terdiri dari 2 orang.
4. Murid memperoleh kesempatan untuk mempersentasikan hasil diskusinya dengan seluruh murid, sehingga wangsit yang ada menyebar.
5. Memungkinkan murid untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai bahan yang diajarkan, alasannya yakni secara tidak pribadi memperoleh pola pertanyaan yang diajukan oleh guru serta memperoleh kesempatan untuk memikirkan bahan yang diajarkan.
Baca juga : Definisi, Ciri, Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif

#4 kelebihan model pembelajaran think pair share (TPS)

Kemudian berdasarkan Fadholi (2009:1) yang menyatakan bahwa terdapat #4 kelemahan (kekurangan) model pembelajaran think pair and share yaitu antara lain sebagai berikut :

1. Jumlah murid yang ganjil berdampak pada dikala pembentukan kelompok, alasannya yakni ada satu murid tidak memiliki pasangan.
2. Jika terdapat perselisihan, maka tidak ada penengah.
3. Jumlah kelompok yang terbentuk banyak.
4. Sulit untuk diterapkan disekolah yang rata-rata kemampuan muridnya rendah.

Demikian pembahasan mengenai model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS).

Daftar pustaka

Anita, Lie. 2004. Cooperatif Learning. Jakarta: Grasindo.
Aqib, Zainal. 2013. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.
Fadholi, Arif. 2009. Kelebihan & Kekurangan Think Pair Share.
Ibrahim, Muhsin dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.
Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual; Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT. Refika Aditama.

Senin, 11 Januari 2016

Model Pembelajaran Klasikal Dengan Pendekatan Saintifik

Model pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik yaitu pokok pembahasan bahan pelajaran Psikologi yang akan dijelaskan dengan lengkap dan detail pada materi belajar berikut ini. Adapun sub pembahasan mengenai Model / Metode Pembelajaran Klasikal berdasarkan Pendekatan Saintifik didalam mencar ilmu pendidikan psikologi yang akan diuraikan yakni sebagai berikut :

1. Definisi pembelajaran klasikal.
2. Pembelajaran klasikal berdasarkan hebat / pakar.
3. #5 langkah metode pembelajaran klasikal.

Pengertian pembelajaran klasikal

Didalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) arti klasikal didefinisikan secara gotong royong di kelas. Berdasarkan pengertian tersebut maka model pembelajaran klasikal yaitu suatu model pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa yang secara gotong royong melaksanakan kegiatan diskusi (tanya jawab) dalam kelompok besar yaitu semua siswa yang ada dalam kelas.
Model pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik Model Pembelajaran Klasikal Dengan Pendekatan Saintifik
Baca juga : Pengertian Belajar Dan Pembelajaran
Pada model pembelajaran klasikal, guru mendominasi dan memilih seluruh proses kegiatan pembelajaran antara lain ibarat :
1. Banyaknya bahan yang akan diajarkan.
2. Urutan bahan pelajaran.
3. Kecepatan guru mengajar.

Dan lain sebagainya sehingga seluruh kegiatan didalam proses pembelajaran sepenuhnya berada di tangan guru.

Pembelajaran klasikal berdasarkan ahli

Pembelajaran klasikal berdasarkan Aunurrahman (2009: 147) yang menyatakan bahwa model pembelajaran klasikal lebih menitikberatkan pada tugas guru dalam memperlihatkan warta melalui bahan pelajaran yang disajikan. Model pembelajaran klasikal memakai pembelajaran kelas dalam proses pembelajaran.

Adapun berdasarkan Dimyati dan Mudjiono (2006:69) yang menyatakan bahwa pembelajaran kelas yaitu melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yaitu antara lain :
1. Pengelolaan kelas.
2. Pengelolaan pembelajaran.

Sehingga sanggup disimpulkan bahwa, model / metode pembelajaran klasikal tidak sepenuhnya berpusat kepada guru saja, akan tetapi tugas siswa juga dituntut secara aktif pada proses kegiatan mencar ilmu mengajar.

#5 langkah metode pembelajaran klasikal

Berikut ini yaitu #5 langkah model pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik yang sanggup dijelaskan sebagai berikut :

1. Mengamati
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan yakni siswa membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat).

2. Menanya
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan yakni siswa mengajukan pertanyaan wacana warta yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapat warta pelengkap wacana apa yang diamati.

3. Mengumpulkan informasi
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan yakni siswa melaksanakan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek atau kejadian, acara wawancara dengan nara sumber.

4. Mengasosiasi (menalar)
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan yakni siswa mengolah warta yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

5. Mengkomunikasikan
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan yakni siswa memberikan hasil pengamatan dan memberikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis atau media lainnya.
Demikian pembahasan mengenai model pembelajaran klasikal dengan pendekatan saintifik.

Daftar pustaka

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.